Habib Syech Bin Abdul Qodir Asseqaff

Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf adalah salah satu putra dari 16 bersaudara putra-putri Alm. Al-Habib Abdulkadir bin Abdurrahman Assegaf ( tokoh alim dan imam Masjid Jami' Asegaf di Pasar Kliwon Solo)

Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf

Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf is one of 16 brothers sons of sons and daughters of the almarhum Al-Habib Abdurrahman bin Abdulkadir Assegaf

Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf

Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf is one of 16 brothers sons of sons and daughters of the almarhum Al-Habib Abdurrahman bin Abdulkadir Assegaf

Syecher Mania Indonesia

Kapan Ya Bisa Cangkru'an Bareng Konco-Konco Syecher Utamanya Para Anggota Group Sesat www.facebook.com/groups/santriindigo/

Mengenal Dunia Gaibnya Internet

Sebuah Group Facebook Yang Belum Jelas Nama Dan Keberadaannya Namun Pasti Akan Visi Dan Misinya

Selasa, 19 Juni 2012

Cara Ter”katro’k” Mendapatkan Penghasilan Jutaan Rupiah Per Bulan

Cara Ter”katro’k” Mendapatkan Penghasilan Jutaan Rupiah Per Bulan


Salam Indonesia untuk rekan Santri dimanapun berada, 

Kali ini saya mau sharing pengalaman pribadi, bagaimana saya bisa mengajarkan seorang yang gaptek, jangankan facebook, sms aja tadinya kurang paham. Semoga kisah pribadi ini bisa menjadi motivasi bagi para pejuang dakwah wabilkhusus para pecinta sholawat 

Untuk mengajarkan orang menghasilkan income dari kegiatan blogging, bagi saya tidaklah sulit, karena profesi saya memang pengangguran yang tiap hari berkutat di depan laptop, namun bagi mereka yang awam, amat sangat sulit, jangankan yang awam, yang sarjana saja ada yang saya ajarin gak mudeng-mudeng, namun sebaliknya, yang lulusan SMP, karena langsung praktek, ya berhasil, klo Cuma untuk biaya sekolah, masih sisa banyak , lumayan-lah klo ada anak kelas 1 SMU punya penghasilan $300,00 perbulan.

Ok, kita tinggalin ngomongin all about blogging, cerita ini berawal ketika saya diberikan amanah untuk mengelola sebuah TPA, atau kalau di Semarang masih kental dengan nama TPQ, ketika di sebuah masjid muncul dilema, diantaranya :
  1. Tidak ada kagiatan pengajaran al-Qur’an bagi anak-anak.
  2.  Ada TPA-nya, tapi gurunya masih kurang, karena masjid tdk bisa member I “bisyaroh” untuk para ustadz.
  3. Ustadz banyak, tapi enggan meluangkan waktu buat ngajar, karena yg di dapat cuma “pahala” tapi financial blm memadahi,  dan lain-lain deh problematika pengajaran yang pernah saya temui di masjid-masjid.

    Berangkat dari pemikiran ini, saya pernah mengajak beberapa temen yg masih kuliah, pertama saya iming-iming untuk saya bayarin kuliahnya sampai selesai, livingcost saya tanggung sampai lulus, dengan syarat mau bekerja untuk saya, Alhamdulillah beberapa berhasil dan mereka kini sudah bs mandiri bahkan sewaktu masih smester 4, dari yang tadinya ngajar TPA saya gaji, kini mereka bisa menjadi ustadz TPA yg tdk digaji, bahkan mereka menjadi donator tiap bulannya.
    Melihat sedikit kesuksesannya temen saya ini, bnyak sohib-sohib yg iri, dan kepengin mngikuti jejaknya, saya bilang tidak mudah, harus berani berdarah-darah, rekoso, prihatin, nelongso, dan hal ihwal lainnya yg kurang menyenangkan, itulah perjuangan untuk berakit-rakit ke hulu, mana ada cara mudah untuk bisa berpenghasilan jutaan tanpa laku prihatin dan kerja keras ?

    Nah sekarang monggo, simak bagaimana saya mengajarkan wong ndeso yang sebut saja namanya pak Dul, pak Dul ini rajin berjama'ah, umurnya 45 tahunan, dengan 3 org anak, dan 1 org istri, pendidikan tamat SD, pekerjaan sebagai kuli bangunan tidak tetap, kegiatan rutinan sering ikut maulid, sholawatan, dan pecinta para Habaib, ajib deh pokoknya.

    Saya begitu trenyuh kalau melihat kondisi ekonominya, untuk membayar uang sekolah anaknya yang di SMP sudah tdk mampu, saya baru sadar dan kepikiran tentang pak Dul ini ketika ada tamu dari sekolah SMP tempat anaknya ini menagih uang pembayaran sekolah yang jumlahnya sekitar 200 ribuan, kebetulan waktu itu pak Dul lagi ke sawah, dan saya yg menemui tamu tersebut, Alhamdulillah saya diberi rejeki, langsung saya lunasin, nah dari sinilah pak Dul berterima kasih kepada saya, dan beliau kemudian bercerita bagaimana susahnya mendapatkan penghasilan untuk menghidupi keluarganya, ibadah sudah, dhuha sudah, tahajjud sudah, begitu katanya, hati saya terpanggil, kmudian saya meminta kesepakatan kepada pak Dul : “ pak, mohon maaf, bagaimana kalau bapak saya kasih modal, saya pinjemin uang, dengan syarat bapak mau mngikuti petunjuk saya, jangan membantah, anggap saya bos bapak, hehe (sambil canda)”.

    Akhirnya saya dan pak Dul sepakat melakukan kerjasama, beliaunya saya kasih modal, dan saya tuntun dari nol hingga sekarang (20 Juni 2012 / baru 2 bulan ) beliau sdh berpenghasilan rata-rata 100rb perhari, wow, bagi saya untuk seorang pak Dul ini luar biasa, saya aja dulu belajar nyari duit 1 tahun lebih baru dpt 3 jutaan / bulan.

    Apa yang saya lakukan untuk pak Dul ?

    1. Saya belikan dia HP seharga 75rb 
    2. Saya kasih dia uang 100rb untuk beli keranjang buat dipasang di sepeda onthelnya.
    3. Saya pergi ke Cilacap, dg tujuan silaturrahmi ke rumah temen, dan nyari nelayan yang   biasa jualan udang.
    4. Saya melakukan kerjasama dengan nelayan di Cilacap, untuk membeli udangnya rutin tiap hari minimal 10kg.
    5. Saya melakukan kerjasama dengan pegawai kereta api di stasiun Kroya, Cilacap, dan stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, untuk proses pengiriman udang (agar bayarnya murah).
    6. Setelah ditentukan kapan mulai start, saya tinggal transfer uangnya, dan udang tiap hari dikirim melalui jalur kereta, dan tugas pak Dul, menjemput udang, komunikasi by sms.
    7. Mengajari istrinya pak Dul cara menggoreng udang, dan cara packingnya, saya cuma copy paste dari google ilmunya .
    8. Menyuruh pak Dul untuk mngedarkan udang goreng maupun udang yang masih mentah ke tempat penjualan sayur siap saji tiap pagi, dan juga ke pasar. 
    9. Setelah pak Dul paham jalur pembelian udang, beliau saya suruh mandiri.
    10. Setelah berjalan 1 bulan, 100% yang menangani semuanya adalah pak Dul.

      Oke sobat … Cuma itu yang saya ajarkan kepada pak Dul yang lulusan SD (ngakunya sih, tapi kayaknya ga lulus deh dia) bisa mendapatkan penghasilan 3 jutaan perbulan, hanya dari beli udang, sbagian digoreng dan dibungkusin, sbagian masih mentah, kemudian dijual lagi ke tempat-tempat penjualan lauk pauk dan ke pasar.

      Namun ada yang paling sulit saya ajarkan kepada pak Dul, benar-benar sulit, dan saya sampai stress :D tenan sob, suetrezzz tenan :)

      Karena sudah 1 minggu msih belum bisa, apa coba ? “ ngajarin pak Dul bagaimana caranya SMS dan transfer duit di ATM “ ……. Katrooooo’k …. katro’k !!!!

      Semoga kisah nyata ini bisa menginspirasi para pejuang aswaja, minimal bisa kayak pak Dul, yang sekarang sudah sumpah akan sedekah minimal 200rb perbulan untuk kegiatan TPA, masya Allah, saya jadi nangis, iri sama pak Dul … semoga ada banyak pak Dul pak Dul yang lain … Bismillah.




      Semarang Barat, 20 juni 2012
      salam aswaja ….
Share

Selasa, 10 April 2012

Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman


Membaca judul diatas, tentu banyak orang yang akan mengernyitkan dahi, sebagai tanda ketidakpercayaannya. Bahkan, mungkin demikian pula dengan Anda. Sebab, Nabi Sulaiman AS adalah seorang utusan Allah yang diberikan keistimewaan dengan kemampuannya menaklukkan seluruh makhluk ciptaan Allah, termasuk angin yang tunduk di bawah kekuasaannya atas izin Allah. Bahkan, burung dan jin selalu mematuhi perintah Sulaiman.

Menurut Sami bin Abdullah al-Maghluts, dalam bukunya Atlas Sejarah Nabi dan Rasul, Nabi Sulaiman diperkirakan hidup pada abad ke-9 Sebelum Masehi (989-931 SM), atau sekitar 3.000 tahun yang lalu. Sementara itu, Candi Borobudur sebagaimana tertulis dalam berbagai buku sejarah nasional, didirikan oleh Dinasti Syailendra pada akhir abad ke-8 Masehi atau sekitar 1.200 tahun yang lalu. Karena itu, wajarlah bila banyak orang yang mungkin tertawa kecut, geli, dan geleng-geleng kepala bila disebutkan bahwa Candi Borobudur didirikan oleh Nabi Sulaiman AS.

Candi Borobudur merupakan candi Budha. Berdekatan dengan Candi Borobudur adalah Candi Pawon dan Candi Mendut. Beberapa kilometer dari Candi Borobudur, terdapat Candi Prambanan, Candi Kalasan, Candi Sari, Candi Plaosan, dan lainnya. Candi-candi di dekat Prambanan ini merupakan candi Buddha yang didirikan sekitar tahun 772 dan 778 Masehi.

Lalu, apa hubungannya dengan Sulaiman? Benarkah Candi Borobudur merupakan peninggalan Nabi Sulaiman yang hebat dan agung itu? Apa bukti-buktinya? Benarkah ada jejak-jejak Islam di candi Buddha terbesar itu? Tentu perlu penelitian yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak untuk membuktikan validitas dan kebenarannya.

Namun, bila pertanyaan di atas diajukan kepada KH Fahmi Basya, ahli matematika Islam itu akan menjawabnya; benar. Borobudur merupakan peninggalan Nabi Sulaiman yang ada di tanah Jawa.

Dalam bukunya, Matematika Islam 3 (Republika, 2009), KH Fahmi Basya menyebutkan beberapa ciri-ciri Candi Borobudur yang menjadi bukti sebagai peninggalan putra Nabi Daud tersebut. Di antaranya, hutan atau negeri Saba, makna Saba, nama Sulaiman, buah maja yang pahit, dipindahkannya istana Ratu Saba ke wilayah kekuasaan Nabi Sulaiman, bangunan yang tidak terselesaikan oleh para jin, tempat berkumpulnya Ratu Saba, dan lainnya.

Dalam Alquran, kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Saba disebutkan dalam surah An-Naml [27]: 15-44, Saba [34]: 12-16, al-Anbiya [21]: 78-81, dan lainnya. Tentu saja, banyak yang tidak percaya bila Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman.

Di antara alasannya, karena Sulaiman hidup pada abad ke-10 SM, sedangkan Borobudur dibangun pada abad ke-8 Masehi. Kemudian, menurut banyak pihak, peristiwa dan kisah Sulaiman itu terjadi di wilayah Palestina, dan Saba di Yaman Selatan, sedangkan Borobudur di Indonesia.

Tentu saja hal ini menimbulkan penasaran. Apalagi, KH Fahmi Basya menunjukkan bukti-buktinya berdasarkan keterangan Alquran. Lalu, apa bukti sahih andai Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman atau bangunan yang pembuatannya merupakan perintah Sulaiman?

Menurut Fahmi Basya, dan seperti yang penulis lihat melalui relief-relief yang ada, memang terdapat beberapa simbol, yang mengesankan dan identik dengan kisah Sulaiman dan Ratu Saba, sebagaimana keterangan Alquran. Pertama adalah tentang tabut, yaitu sebuah kotak atau peti yang berisi warisan Nabi Daud AS kepada Sulaiman. Konon, di dalamnya terdapat kitab Zabur, Taurat, dan Tingkat Musa, serta memberikan ketenangan. Pada relief yang terdapat di Borobudur, tampak peti atau tabut itu dijaga oleh seseorang.

"Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: 'Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman'." (QS Al-Baqarah [2]: 248).

Kedua, pekerjaan jin yang tidak selesai ketika mengetahui Sulaiman telah wafat. (QS Saba [34]: 14). Saat mengetahui Sulaiman wafat, para jin pun menghentikan pekerjaannya. Di Borobudur, terdapat patung yang belum tuntas diselesaikan. Patung itu disebut dengan Unfinished Solomon.

Ketiga, para jin diperintahkan membangun gedung yang tinggi dan membuat patung-patung. (QS Saba [34]: 13). Seperti diketahui, banyak patung Buddha yang ada di Borobudur. Sedangkan gedung atau bangunan yang tinggi itu adalah Candi Prambanan.

Keempat, Sulaiman berbicara dengan burung-burung dan hewan-hewan. (QS An-Naml [27]: 20-22). Reliefnya juga ada. Bahkan, sejumlah frame relief Borobudur bermotifkan bunga dan burung. Terdapat pula sejumlah relief hewan lain, seperti gajah, kuda, babi, anjing, monyet, dan lainnya.

Kelima, kisah Ratu Saba dan rakyatnya yang menyembah matahari dan bersujud kepada sesama manusia. (QS An-Naml [27]: 22). Menurut Fahmi Basya, Saba artinya berkumpul atau tempat berkumpul. Ungkapan burung Hud-hud tentang Saba, karena burung tidak mengetahui nama daerah itu. "Jangankan burung, manusia saja ketika berada di atas pesawat, tidak akan tahu nama sebuah kota atau negeri," katanya menjelaskan. Ditambahkan Fahmi Basya, tempat berkumpulnya manusia itu adalah di Candi Ratu Boko yang terletak sekitar 36 kilometer dari Borobudur. Jarak ini juga memungkinkan burung menempuh perjalanan dalam sekali terbang.

Keenam, Saba ada di Indonesia, yakni Wonosobo. Dalam Alquran, wilayah Saba ditumbuhi pohon yang sangat banyak. (QS Saba [34]: 15). Dalam kamus bahasa Jawi Kuno, yang disusun oleh Dr Maharsi, kata 'Wana' bermakna hutan. Jadi, menurut Fahmi, wana saba atau Wonosobo adalah hutan Saba.

Ketujuh, buah 'maja' yang pahit. Ketika banjir besar (Sail al-Arim) menimpa wilayah Saba, pepohonan yang ada di sekitarnya menjadi pahit sebagai azab Allah kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya. "Tetapi, mereka berpaling maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar[1236] dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr." (QS Saba [34]: 16).

Kedelapan, nama Sulaiman menunjukkan sebagai nama orang Jawa. Awalan kata 'su'merupakan nama-nama Jawa. Dan, Sulaiman adalah satu-satunya nabi dan rasul yang 25 orang, yang namanya berawalan 'Su'. Kesembilan, Sulaiman berkirim surat kepada Ratu Saba melalui burung Hud-hud. "Pergilah kamu dengan membawa suratku ini." (QS An-Naml [27]: 28). Menurut Fahmi, surat itu ditulis di atas pelat emas sebagai bentuk kekayaan Nabi Sulaiman. Ditambahkannya, surat itu ditemukan di sebuah kolam di Candi Ratu Boko.

Kesepuluh, bangunan yang tinggal sedikit (Sidrin qalil). Lihat surah Saba [34] 16). Bangunan yang tinggal sedikit itu adalah wilayah Candi Ratu Boko. Dan di sana terdapat sejumlah stupa yang tinggal sedikit. "Ini membuktikan bahwa Istana Ratu Boko adalah istana Ratu Saba yang dipindahkan atas perintah Sulaiman," kata Fahmi menegaskan.

Selain bukti-bukti di atas, kata Fahmi, masih banyak lagi bukti lainnya yang menunjukkan bahwa kisah Ratu Saba dan Sulaiman terjadi di Indonesia. Seperti terjadinya angin Muson yang bertiup dari Asia dan Australia (QS Saba [34]: 12), kisah istana yang hilang atau dipindahkan, dialog Ratu Bilqis dengan para pembesarnya ketika menerima surat Sulaiman (QS An-Naml [27]: 32), nama Kabupaten Sleman, Kecamatan Salaman, Desa Salam, dan lainnya. Dengan bukti-bukti di atas, Fahmi Basya meyakini bahwa Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman. Bagaimana dengan pembaca? Hanya Allah yang mengetahuinya.

Wallahu A'lam.





sumber :Republika.Co.Id
Share

Rabu, 04 April 2012

Mendhem Sholawat


Kami tidak lebih hanya para musafir kecil. Berjalan Keluar masuk melewati jalan-jalan di belantara mazhab.Di sini berhati-hatilah, siapa saja bisa tersesat dan berputar-putar dalam kesia-siaan.

Banyak papan nama, baik yang baru dipasang atau yang sudah lama ada.Memilih jalan ini begitu mudah dan bahkan membanggakan bagi siapa saja yang tidak teliti. Akhirnya yang kami pilih adalah jalan dengan 'papan nama' yang sudah ada sejak lama. Inilah jalan kami, jalan ahlu al-sunnah wa al-jama'ah, jalan konservative, jalannya para pendahulu yang telah merintis dan menempuh jalan estafet dari Rasulullah SAW.

Adapun jalan dengan papan nama yang baru dipasang kami ucapkan selamat http://www.blogger.com/img/blank.giftinggal.Biarkan kami memilih jalan ini, jalan tradisi Islam turun temurun yang sambung menyambung sanad: murid dari guru, dari guru, dari guru.... dari salafuna Shalih, dari tabi'ut tabi'in, dari tabi'in, dari sahabat, dari Rasulullah SAW.

Inilah jalan kami.... Ahlussunnah Waljama'ah

http://www.blogger.com/img/blank.gif
إنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا




Ahbaabul Musthofa Cabang Chicago >>>
Silahkan Lihat di Youtube




Ajiiib ... Bisa Dilihat di Youtube






Share

Minggu, 01 April 2012

5 Syarat Kalau Mau Bermaksiat


Ibrahim bin Adham bercerita bahwa ia pernah didatangi seorang laki-laki yang berkata kepadanya: “Wahai Abu Ishak (Ibrahim bin Adham)! Saya seorang yang banyak berdosa, seorang yang dzalim. Sudikah kiranya Tuan mengajari saya hidup zuhud, agar Alloh menerangi jalan hidup saya dan melembutkan hati saya yang kesat ini.”

Ibrahim bin Adham menjawab, “Kalau kau dapat memegang teguh lima perkara berikut ini, niscaya engkau akan selamat.”
“Apa itu?” Tanyanya.

Pertama, bila engkau bermaksiat, janganlah engkau memakan rizki Alloh.”
“Jika di seluruh penjuru bumi ini, baik di barat maupun di timur, didarat maupun di laut, di kebun dan di gunung-gunung, ada rizki Alloh, maka dari mana aku makan?”
“Wahai Saudaraku, pantaskah engkau memakan rizki Alloh, sementara engkau melanggar peraturan-Nya?”
“ Tidak, demi Alloh! Lalu, apa yang kedua?”

Kedua, bila engkau bermaksiat kepada Alloh, janganlah engkau tinggal di negeri-Nya!”
Lelaki itu menukas, “Tuan Ibrahim, demi Alloh yang kedua ini lebih berat.bukankah bumi ini milik-Nya? Kalau demikian halnya, dimana aku harus tinggal?”
“Patutkah engkau makan rizki Alloh dan tinggal di bumi-Nya padahal engkau melakukan maksiat kepada-Nya?”
“Tidak, Tuan Guru!”

Ketiga, jika engkau hendak berbuat maksiat, janganlah engkau lupakan Alloh yang Maha Melihat dan beranggapanlah bahwa Dia lalai kepadamu!”
“Tuan Guru, bagaimana mungkin bisa begitu, padahal Alloh Maha Mengetahui segala rahasia dan melihat setiap hati nurani.”
“Layakkah engkau menikmati rizki-Nya, tinggal di bumi-Nya dan maksiat kepada-Nya sedangkan Alloh melihat dan mengawasimu?”
“Tentu saja tidak, wahai Tuan Guru.Lantas apa yang keempat?”

Yang keempat, Apabila datang kepadamu malaikat maut, hendak mencabut nyawamu, maka katakan kepada malaikat itu, tunggulah dulu, aku akan bertobat.”
Lelaki itu menjawab, “Tuan Guru, itu tidak mungkin dan ia tak mungkin mengabulkan permintaanku.”
Ibrahim bertutur, “Kalau engkau sadar bahwa engkau tak mungkin mampu menolak keinginannya, maka tentu ia akan datang kepadamu kapan saja, mungkin sebelum engkau bertobat.”
“Benar ucapan Guru! Sekarang apa yang kelima?”

Kelima, bilamana datang mungkar dan Nakir kepadamu, lawanlah kedua malaikat itu d engan seluruh kekuatanmu, bila kau mampu.”
“Itu tidak mungkin, mustahil Tuan Guru.”
Ibrahim bin Adham kemudian melanjutkan, ” Keenam, bila esok engkau berada di sisi Alloh SWT, dan Alloh menyuruhmu masuk neraka, katakanlah: Ya Alloh, aku tidak bersedia.”

“Wahai Tuan Guru, cukuplah. Cukuplah nasihatmu!” Jawab lelaki itu, dan iapun pergi.


Share

INDONESIA TERJAJAH, BUDAK DI NEGRI SENDIRI


INDONESIA TERJAJAH, BUDAK DI NEGRI SENDIRI

COBA CARI, BENDERA INDONESIA DI PETA…???
ADAKAH INDONESIA MENGELOLA SDA NYA...
TIDAK...!!!
Semua dikelola asing,
Padahal kita kaya akan SDA yang melimpah.

Ibarat kita punya sumber mata air di halaman rumah, tapi kita tidak bisa mengambil airnya, malah tetangga kita yang buat sumurnya, mempekerjakan kita sebagai cukongnya dan bilang ke kita : "loe, kalau mau ambil air, bayar ke gue ya, hehe..." dengan senyum seringainya...

Seandainya saja pejabat negara ini bisa menjalankan amanat pasal 33 ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, mungkin kejadian ini tidak akan pernah terjadi.

Pancasila udah berubah fungsi :

1. Ketuhanan Yang Maha Esa terganti dengan Kekayaan Yang Luar Biasa.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab terganti dengan Birokrasi yang biadab.
3. Persatuan Indonesia kita bilang, tapi persatuan koalisi yang diagungkan.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan kita tulis, tapi kerakyatan yang dipimpin "kebijakan".
5. Keadilan sosial untuk rakyat, terganti dengan keadilan sosial untuk anggota dewan.

INDONESIA, di tanahmu kami lahir dari rahim ibu pertiwi, mengais rejeki dari ribuan kaum miskin yang terlantar di negeri ini…

Sampai kapan kami harus terjajah baik dari rohani maupun jasmani di BUMI PERTIWI ?!!!



tulisan ini adalah demo kami sebagai warga negara yang amat mencintai negerinya


Share

Kamis, 22 Maret 2012

Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan ?


Kalau Tuhan Maha Pencipta Segalanya,Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan ?
Seorang Mahasiswa mematahkan pernyataan seorang profesor

Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”.
“Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi. “Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.
Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan”.
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau Agama itu adalah sebuah mitos.
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”.
“Tentu saja,” jawab si Profesor,
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”
“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada.
Kamu tidak pernah sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.
Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.”
Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?” Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”
Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak.
Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak.
Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk meme-cahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”
Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”
Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya.
Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”
Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah, Pak.
Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan.
Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”
Profesor itu terdiam.


Nama mahasiswa itu adalah “Albert Einstein”


Share

ASAL MUASAL NARUTO


Ternyata Naruto Berasal Dari Indonesia


Banyak orang yg menyebutkan bahwa Naruto adalah Tokoh kartun yg berasal dari JEPANG, tapi sepertinya bukan deh.. Krn jika kita cermati dgn seksama tentang tokoh dan cerita Naruto maka bisa kita duga bahwa sebenarnya Naruto berasal dari INDONESIA!
Pasti bingung kan? Yuk kita buktikan ke TKP.. Hehehe...

Asal nama NARUTO adalah NARTO. Hehehe.. Husy! jgn ketawa dulu. Ane doang yg boleh ketawa. Hehehe...
Nih..Mungkin yg pernah belajar Bahasa Jepang, tahu hal ini. Lidah org Jepang itu agak “belibet”, jadi ada perbedaan pengucapan org Jepang untuk kata dgn konsonan yg dobel. Misal: Dragon > Duragon,Restoran > Resutoran,dll.

Makanya, jadilah si Narto itu menjadi Naruto di Jepang. Nah.. dari soal nama jg ada benernya juga. NARUTO itu ditulisnya pake huruf KATAKANA bukannya HIRAGANA, berarti NARUTO itu adalah nama yg berasal dari luar Jepang (asing), kalo nama jepang selalu ditulis dengan HIRAGANA.. dan kalo memang NARUTO adalah berasal dari NARTO.. (Tapi masalah apakah Masashi Kisimoto Sensei membuat nama karakter Naruto dari kata Narto?? Hanya dia yang tahu. Hehehe).
Nah bisa jadi juga nama Naruto Shippuden itu berasal dari Narto Syaifudin! Hehehe.. silahkan pikirin sndiri.

Yg kedua adalah Asal Negara Naruto dikisahkan berasal dari negara Api dgn iklim yg cerah dan hangat. Coba Nte pikir sob! Dimana lagi negara tropis dgn banyak gunung api aktif, selain di negara kita tercinta?
Dan yg perlu Nte tahu, INDONESIA ADALAH NEGARA YANG MEMILIKI POTENSI ENERGI PANAS BUMI (GEOTHERMAL) TERBESAR DI DUNIA.

Ketiga.. yaitu Desa Tempat Tinggal Naruto. Penggemar serial ini pasti tahu Desa Konoha, yg berarti Desa Daun. Tp Nte tahu ga di mana letak Desa Daun yg sesungguhnya? Coba cek di ATLAS peta Indonesia (jgn2 Nte ga punya sob! hehehe), atau di google juga boleh lah... Desa Daun terletak di Kecamatan Sangkapura, letaknya di Pulau Bawean, Jawa Timur!!

Dan keempat yg lebih luar biasa lagi.. Pemimpin Desa Konoha (Hokage) adalah gambaran Presiden RI. Coba Nte perhatiin keterangan tentang kesemua Hokage alias Presiden RI:

1. Hokage Pertama:
Senju Hasirama, Founding Father-nya Konoha. Presiden Soekarno dikenal sebagai Founding Father-nya Indonesia.

2. Hokage Kedua, Senju Tobirama, adalah penerus dari Shodaime. Soeharto adalah penerus dari Soekarno. Rambut putih menjadi ciri khas mereka berdua.

3. Prof.BJ.Habibie dikenal sebagai Presiden yang paling pintar. Hokage Ketiga, Sarutobi, adalah Hokage yang mempunyai julukan “The Professor”, karena mengetahui & menguasai segala jurus di Konoha

4. Hokage Keempat, Namikaze Minato, menjadi Hokage hanya sebentar, karena dia mati muda. Gusdur dikenal juga menjabat sebagai presiden dalam waktu singkat (2 tahun), karena dilengserkan.

5. Hokage Kelima,
Tsunade, adalah hokage wanita pertama Konoha, dan merupakan keturunan langsung Hokage pertama.
Megawati adalah Presiden wanita pertama Indonesia, merupakan putri Presiden pertama.

6. Presiden Keenam RI adalah SBY.
Hokage keenam belum ada, karena ketika Tsunade terluka Danzo hanya menjadi pejabat sementara. Calon terkuat adalah Hatake Kakashi, gurunya Naruto.
Keduanya sama2 cakep dan gagah. Apakah SBY=Danzo? danzo=SBY
Danzo adalah pemimpin Anbu Root masa pemerintahan Tsunade, dan SBY adalah Menhankam pada masa Megawati.
Setahu ane, Danzo itu hanya pejabat sementara, yang menggantikan Tsunade waktu sakit parah. Jadi belum resmi menjadi hokage keenam. Para Tetua menyarankan agar Danzo sementara menjalankan tugas Hokage, untuk ikut pertemuan para Hokage.

Justru saat kekacauan itu, para shinobi dari Konoha lebih memilih Kakashi untuk menjadi Hokage. Apalagi setelah Danzo terbukti "berkhianat" dan kemudian tewas. Walaupun nggak jadi karena Tsunade sehat kembali, dan dapat bertugas menjadi Hokage...

Kondisi ini mirip dengan presiden kita. SBY adalah presiden pertama yang dipilih langsung oleh rakyat. Kalau yang sebelumnya, kan dipilih oleh MPR/DPR, kalau di Konoha ada Dewan Penasihat (Elder) gitu...

Tingkatan Ninja=Tingkatan TNI/POLRI
Berikut tingkatan ninja dalam serial Naruto, dan terjemahannya kalau di Indonesia:
1. Genin > tamtama
2. Chunin > bintara
3. Jonin > perwira
4. Tokubetsu Jonin/Special Jonin > perwira menengah
5. Jonin Hancho/Commander Jonin > perwira tinggi/jenderal

Nah, lima bukti tersebut apakah masih meragukan? Mungkin agan-sista penggemar Naruto ada yang punya bukti lain...

Dan.... inilah sosok pak Narto yang sebenarnya









Maaf gan, Pak Narto ini orangnya pemalu, jadi gak mau nunjukin wajahnya. Tapi, mirip dengan gambar Naruto yang di atas, kan? Paling nggak baju dan apinya, lah...


Jubah Akatsuki=Motif Batik Cirebon
Penggemar Naruto pasti tahu dengan Akatsuki, yang sekarang ini menjadi musuh utama para Shinobi di semua negara. Agan pasti juga familiar dengan jubah yang menjadi kostum para anggota Akatsuki

















Nah, tak disangka tak diduga, ternyata, motifnya mengambil dari batik Mega Mendung dari Cirebon!...
Kagak percaya? Ini penampakannya

















Makanan Kesukaan Naruto, Ada di Jogja
Agan-sista penggemar Naruto, pasti tahu makanan kesukaan Naruto kan?
Dan atas informasi dari Jogja, ternyata makanan kesukaan Naruto udah ada di Jogja...






















Nah aslinya si Narto lagi makan bakso di dalem warung ntu ... hahaha









Jd.. terbukti kan sob.. dugaan bahwa NARUTO berasal dari INDONESIA.
SO.. seharusnya qta bangga jd anak Indonesia dgn lebih banyak berkarya!


Share

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More