Habib Syech Bin Abdul Qodir Asseqaff

Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf adalah salah satu putra dari 16 bersaudara putra-putri Alm. Al-Habib Abdulkadir bin Abdurrahman Assegaf ( tokoh alim dan imam Masjid Jami' Asegaf di Pasar Kliwon Solo)

Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf

Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf is one of 16 brothers sons of sons and daughters of the almarhum Al-Habib Abdurrahman bin Abdulkadir Assegaf

Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf

Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf is one of 16 brothers sons of sons and daughters of the almarhum Al-Habib Abdurrahman bin Abdulkadir Assegaf

Syecher Mania Indonesia

Kapan Ya Bisa Cangkru'an Bareng Konco-Konco Syecher Utamanya Para Anggota Group Sesat www.facebook.com/groups/santriindigo/

Mengenal Dunia Gaibnya Internet

Sebuah Group Facebook Yang Belum Jelas Nama Dan Keberadaannya Namun Pasti Akan Visi Dan Misinya

Tampilkan postingan dengan label ahbabul musthofa bisnis internet habib syech santri santri indigo sekolah internet sholawat sholawatan syecher syecher mania syechermania syekher syekher mania syekhermania. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ahbabul musthofa bisnis internet habib syech santri santri indigo sekolah internet sholawat sholawatan syecher syecher mania syechermania syekher syekher mania syekhermania. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 April 2012

5 Syarat Kalau Mau Bermaksiat


Ibrahim bin Adham bercerita bahwa ia pernah didatangi seorang laki-laki yang berkata kepadanya: “Wahai Abu Ishak (Ibrahim bin Adham)! Saya seorang yang banyak berdosa, seorang yang dzalim. Sudikah kiranya Tuan mengajari saya hidup zuhud, agar Alloh menerangi jalan hidup saya dan melembutkan hati saya yang kesat ini.”

Ibrahim bin Adham menjawab, “Kalau kau dapat memegang teguh lima perkara berikut ini, niscaya engkau akan selamat.”
“Apa itu?” Tanyanya.

Pertama, bila engkau bermaksiat, janganlah engkau memakan rizki Alloh.”
“Jika di seluruh penjuru bumi ini, baik di barat maupun di timur, didarat maupun di laut, di kebun dan di gunung-gunung, ada rizki Alloh, maka dari mana aku makan?”
“Wahai Saudaraku, pantaskah engkau memakan rizki Alloh, sementara engkau melanggar peraturan-Nya?”
“ Tidak, demi Alloh! Lalu, apa yang kedua?”

Kedua, bila engkau bermaksiat kepada Alloh, janganlah engkau tinggal di negeri-Nya!”
Lelaki itu menukas, “Tuan Ibrahim, demi Alloh yang kedua ini lebih berat.bukankah bumi ini milik-Nya? Kalau demikian halnya, dimana aku harus tinggal?”
“Patutkah engkau makan rizki Alloh dan tinggal di bumi-Nya padahal engkau melakukan maksiat kepada-Nya?”
“Tidak, Tuan Guru!”

Ketiga, jika engkau hendak berbuat maksiat, janganlah engkau lupakan Alloh yang Maha Melihat dan beranggapanlah bahwa Dia lalai kepadamu!”
“Tuan Guru, bagaimana mungkin bisa begitu, padahal Alloh Maha Mengetahui segala rahasia dan melihat setiap hati nurani.”
“Layakkah engkau menikmati rizki-Nya, tinggal di bumi-Nya dan maksiat kepada-Nya sedangkan Alloh melihat dan mengawasimu?”
“Tentu saja tidak, wahai Tuan Guru.Lantas apa yang keempat?”

Yang keempat, Apabila datang kepadamu malaikat maut, hendak mencabut nyawamu, maka katakan kepada malaikat itu, tunggulah dulu, aku akan bertobat.”
Lelaki itu menjawab, “Tuan Guru, itu tidak mungkin dan ia tak mungkin mengabulkan permintaanku.”
Ibrahim bertutur, “Kalau engkau sadar bahwa engkau tak mungkin mampu menolak keinginannya, maka tentu ia akan datang kepadamu kapan saja, mungkin sebelum engkau bertobat.”
“Benar ucapan Guru! Sekarang apa yang kelima?”

Kelima, bilamana datang mungkar dan Nakir kepadamu, lawanlah kedua malaikat itu d engan seluruh kekuatanmu, bila kau mampu.”
“Itu tidak mungkin, mustahil Tuan Guru.”
Ibrahim bin Adham kemudian melanjutkan, ” Keenam, bila esok engkau berada di sisi Alloh SWT, dan Alloh menyuruhmu masuk neraka, katakanlah: Ya Alloh, aku tidak bersedia.”

“Wahai Tuan Guru, cukuplah. Cukuplah nasihatmu!” Jawab lelaki itu, dan iapun pergi.


Share

INDONESIA TERJAJAH, BUDAK DI NEGRI SENDIRI


INDONESIA TERJAJAH, BUDAK DI NEGRI SENDIRI

COBA CARI, BENDERA INDONESIA DI PETA…???
ADAKAH INDONESIA MENGELOLA SDA NYA...
TIDAK...!!!
Semua dikelola asing,
Padahal kita kaya akan SDA yang melimpah.

Ibarat kita punya sumber mata air di halaman rumah, tapi kita tidak bisa mengambil airnya, malah tetangga kita yang buat sumurnya, mempekerjakan kita sebagai cukongnya dan bilang ke kita : "loe, kalau mau ambil air, bayar ke gue ya, hehe..." dengan senyum seringainya...

Seandainya saja pejabat negara ini bisa menjalankan amanat pasal 33 ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, mungkin kejadian ini tidak akan pernah terjadi.

Pancasila udah berubah fungsi :

1. Ketuhanan Yang Maha Esa terganti dengan Kekayaan Yang Luar Biasa.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab terganti dengan Birokrasi yang biadab.
3. Persatuan Indonesia kita bilang, tapi persatuan koalisi yang diagungkan.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan kita tulis, tapi kerakyatan yang dipimpin "kebijakan".
5. Keadilan sosial untuk rakyat, terganti dengan keadilan sosial untuk anggota dewan.

INDONESIA, di tanahmu kami lahir dari rahim ibu pertiwi, mengais rejeki dari ribuan kaum miskin yang terlantar di negeri ini…

Sampai kapan kami harus terjajah baik dari rohani maupun jasmani di BUMI PERTIWI ?!!!



tulisan ini adalah demo kami sebagai warga negara yang amat mencintai negerinya


Share

Selasa, 13 Maret 2012

Empat Istri


Dahulu kala, ada seorang raja yang memiliki empat orang istri yang kesemuanya ditempatkan oleh raja tersebut di dalam istana bersamanya.



Kecintaan sang raja kepada istrinya yang keempat sangat besar sekali, ia sangat tergila-gila kepadanya. Apapun yang diinginkan oleh istri yang keempat tersebut, pasti akan diusahakan dan dipenuhi oleh sang raja.



Kecintaan sang raja pada istrinya yang ketiga sama dengan kecintaannya pada istrinya yang keempat, hanya saja sang raja selalu dihinggapi rasa kawatir jika saja istrinya yang ketiga tersebut direbut oleh orang lain.



Istri sang raja yang kedua adalah seorang wanita yang selalu ada jika sang raja dalam kesulitan, selalu mendengarkan apa yang diinginkan raja, dan selalu hadir jika sang raja sedang sedih.



Dan Istri sang raja yang pertama adalah seorang wanita yang selalu disia-siakan olehnya, hak-haknya pun jarang dipenuhi. Sangat kurang sekali perhatian sang raja kepadanya, dan tidak jarang dengan santai sang raja menolak dengan tegas permintaan istri pertamanya tersebut. Walaupun sebenarnya, kecintaan istri pertama sang raja lah yang paling besar kepadanya, dibandingkan istri-istri sang raja yang lain.



Karena kelelahan sebab kesibukannya yang banyak untuk menjaga dan mengurusi kerajaannya yang cukup besar, tiba-tiba sang raja jatuh sakit yang dari hari-kehari semakin parah dan raja sendiri merasa sakitnya tersebut akan menyampaikan kepada kematian. Sang raja berfikir lalu berkata;



“Saat ini saya memiliki empat orang istri dan saya tidak mau jika nanti saya mati, saya kesepian dalam kubur seorang diri”.



Terdorong kegelisahan akan bayangan kesepian seorang diri di dalam kubur, sang raja mendatangi istrinya yang keempat lalu berkata; “Aku mencintaimu melebihi kecintaanku pada istri-istriku yang lain, setiap kamu minta sesuatu apapun pasti aku turuti, maukah kamu nanti menemaniku di dalam kubur jika aku mati?”.



Mendengar perkataan sang raja, istri keempatnya tersebut berkata; “Mustahil sekali permintaanmu tersebut wahai raja?!”.



Setelah berkata demikian, istri keempat raja tersebut segera berlalu meninggalkan sang raja seorang diri sembari menunjukkan sikap acuh dan sangat tidak mengenakkan sekali.



Lalu raja mendatangi istrinya yang ketiga dan berkata kepadanya; “Aku mencintaimu sepanjang hidupku, maukah kamu menemaiku di dalam kubur jika aku mati kelak?”.



Mendengar perkataan sang raja tersebut istri ketinganya berkata; “Apa kamu pikir hidup ini tidak menyenangkan, sehingga aku mau menemanimu di dalam kubur?!, jika kamu mati kelak, aku akan menikah lagi dengan lelaki lain yang lebih baik darimu”.




Lalu raja mendatangi istrinya yang kedua dan berkata kepadanya; “Aku selalu ada untukmu baik dalam keadaan susah ataupun senang, bahkan aku terkadang tertimpa kesusahan demi menyenangkan kamu, maukah kamu menemaniku di dalam kaubur jika kelak aku mati?”.



Mendengar perkataan sang raja, istri keduanya tersebut menjawab; “Mohon maaf sekali wahai suamiku, kali ini aku tidak dapat memenuhi permintaanmu, paling banyak yang bisa aku lakukan jika kamu mati kelak adalah mengantarkanmu sampai ke kubur”.



Mendengar jawaban penolakan dari ketiga istrinya atas permintaannya tersebut, sang raja sangat sedih dan susah sekali. Ketika sang raja masih larut dalam kesedihannya, tiba-tiba ia mendengar suara dari jarak yang cukup jauh berkata; “Aku akan menemanimu di dalam kuburmu, aku akan selalu menyertaimu kemanapun engkau pergi”.



Mendengar perkataan yang cukup menggembirakan tersebut, sang raja segera menoleh, dan ternyata yang berkata demikian adalah istrinya yang pertama. Istri raja yang sangat setia tersebut terlihat sangat kurus, lemah, dan sakit akibat sering dibiarkan dan tidak diperhatikan oleh suaminya. Tersadar akan kesalahannya, sang raja sangat menyesal sekali atas buruknya pergaulan yang ia lakukan kepada istri pertamanya tersebut sepanjang hidupnya.



Terlihat sangat menyesal sekali, dengan nada sendu sang raja berkata; “Seharusnya, engkaulah yang mestinya lebih aku perhatikan dari pada istri-istriku yang lain. Seandainya waktu bisa kembali, aku pasti akan memberikan perhatian yang lebih besar untukmu dari pada yang lain”.


Ini adalah kisah yang mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya kita menjalani hidup. Pada hakekatnya, masing-masing dari kita mempunyai empat orang istri.



Istri keempat kita adalah jasad kita. Bagaimanapun baiknya kita memperhatikan kebutuhan jasad kita, memenuhi keinginan-keinginannya pada akhirnya kita akan meninggalkannya sesaat setelah kematian kita.



Istri ketiga kita adalah harta benda yang kita miliki. Ketika kita mati kelak, kita pasti akan meninggalkan semuanya, semahal atau sebagus apapun itu. Segera setelah kematian kita, harta benda yang kita miliki akan berpindah tangan menjadi milik orang lain.



Istri kedua kita adalah saudara-saudara dan teman-teman kita. Bagaimanapun sibuknya kita mengurus dan memperhatikan mereka, paling banyak mereka hanya akan mengantarkan kita sampai kubur saja ketika kita mati.



Dan istri pertama kita adalah amal kesalehan kita. Kita sering terlupakan untuk mengurus dan memperhatikan amal kesalehan kita. Itu semua disebabkan karena kita sangat tersibukkan dengan perhatian kita terhadap jasad kita, harta benda kita ataupun saudara dan teman-teman kita. Padahal kalau kita mau merenung dan menyadari, hanya amal-amal kesalehan kitalah yang kelak akan menjadi teman dan pengibur kita di dalam kubur ketika kita sudah mati.


cerita ini diterjemahkan dari cerita berbahasa arab yang berjudul "Arba'u Zaujat" yang berasal dari http://alharary.com


Share

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More